
Caption: Baju merah ibu Yulia RW 02,Beserta warga kelurahan kranggan turnamen gaple.
PENULIS : Febriansyah
Np86| Mentok, Bangka Barat — Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) di lingkungan RW 02 Kelurahan Kranggan, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, tidak sekadar ditempatkan sebagai agenda seremonial. Momentum tersebut justru dimanfaatkan warga untuk merawat kohesi sosial, memperkuat silaturahmi, sekaligus menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah kehidupan masyarakat.10/09
Semangat itu tercermin dalam rangkaian kegiatan warga yang mulai digelar pada Kamis malam, 10 September 2026. Salah satunya turnamen permainan gaple yang berlangsung di wilayah RW 02 Kelurahan Kranggan.
Bagi masyarakat, permainan gaple bukan semata-mata persoalan menang atau kalah. Di balik meja permainan, terdapat ruang interaksi sosial yang mempertemukan warga dalam suasana santai, terbuka, dan penuh keakraban.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang kebersamaan yang mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Selain turnamen gaple, sejumlah agenda lain juga disiapkan, di antaranya jalan sehat serta perlombaan yang diperuntukkan bagi anak-anak.
Ketua RW 02 Kelurahan Kranggan, Yulia, menilai kegiatan masyarakat akan memiliki nilai lebih apabila manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga.
Salah satu bentuk perhatian tersebut diwujudkan melalui hadiah berupa kebutuhan pokok atau sembako bagi para pemenang.
“Hadiah akan berbentuk sembako, karena menurut kami lebih bermakna dan bisa langsung dimanfaatkan oleh warga,” ujar Yulia.
Pilihan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa semarak peringatan tidak harus selalu ditandai dengan kemeriahan yang bersifat konsumtif. Di tingkat masyarakat, sebuah kegiatan dapat memiliki makna lebih besar ketika mampu menghadirkan manfaat nyata sekaligus mempererat hubungan sosial.
Semangat serupa juga tergambar dari keberadaan baliho PHBN di kawasan Jalan Tanjung Kalian, RW 02 kelurahan Kranggan, Kecamatan Mentok
Baliho tersebut membawa pesan “Melangkah Bersama untuk RW 02 yang Sehat, Rukun dan Tangguh.” Pesan tersebut bukan sekadar slogan, melainkan representasi dari cita-cita membangun lingkungan yang memiliki ketahanan sosial melalui komunikasi, kepedulian dan partisipasi warga.
Visual yang ditampilkan turut menggambarkan aktivitas masyarakat dengan nuansa gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan. Sebuah pesan sederhana, namun memiliki relevansi kuat dengan kehidupan masyarakat di tingkat akar rumput.
Sebab,Kekuatan sebuah lingkungan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik.
Ada modal sosial yang jauh lebih fundamental, yakni kemampuan warga untuk saling mengenal, saling menghormati dan menyelesaikan berbagai persoalan secara bersama-sama.
Dalam konteks tersebut, PHBN menjadi ruang strategis untuk mempertemukan kembali warga dalam semangat persatuan. Olahraga, permainan tradisional, perlombaan anak-anak hingga kegiatan sosial dapat menjadi instrumen sederhana untuk membangun hubungan sosial yang lebih kokoh.
Pantauan pada Kamis malam, 10 September 2026, semarak kegiatan dan atribut PHBN terlihat mewarnai kawasan RW 02, termasuk di sekitar Jalan Tanjung Kalian, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Mentok, Bangka Barat.
Di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang semakin kompleks, semangat “Melangkah Bersama” menjadi pesan yang relevan. Kerukunan tidak lahir hanya dari sebuah slogan, tetapi dari kemauan untuk hadir, berkomunikasi, peduli dan bergerak bersama.
Pada akhirnya, kemeriahan PHBN bukan sekadar tentang seberapa besar sebuah perayaan digelar. Lebih dari itu, ukurannya terletak pada seberapa jauh momentum tersebut mampu meningkatkan nilai: warga yang semakin dekat, lingkungan yang semakin rukun, serta masyarakat yang semakin sehat, tangguh dan memiliki kepedulian sosial.
